Time

IP

4.03.2015

Moontink, Salah Satu Rider BMX Legend Indonesia



Moontink, Salah Satu Rider BMX Legend Indonesia


eXtremeINA-Moonthink-profile (2)eXtremeINA.com     Herman Sulaeman adalah salah satu penghobi dan sekaligus pembawa nama baik Indonesia khususnya di dunia BMX. Herman Sulaeman atau sering dipanggil Moontink ini berasal dari Cianjur dan sekarang ia tinggal di DKI Jakarta. Penggiat olahraga BMX ini adalah salah satu atlet yang paling dikagumi oleh sebagian pecinta BMX.
Kelihaiannya dalam bersepeda BMX ini, menjadikan dirinya adalah sosok yang sering dinantikan event-event kompetisi di Indonesia. Banyak yang bilang kalau Moontink adalah Raja BMX freestyle Indonesia.

eXtremeINA-Moonthink-profile (3)Berawal dari melihat majalah olahraga ekstrem tahun 1992, dan menonton video BMX  dari Negara luar membuat Moontink meniatkan dirinya untuk bisa memainkan sepeda BMX. Menekuni BMX olahraga ekstrem merupakan hal yang membanggakan bagi Moontink, karena bukan hanya hobi, tetapi dari hobi ini ia bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan hidupnya.
Walaupun awalnya mendapat kecaman dari orang tua, Moontink tetap berambisius menekuni niatnya untuk bisa bermain olahraga BMX. Alasan orang tuanya melarang bermain BMX karena Olahraga BMX adalah olahraga yang yang terbilang ekstrem. Tetapi, bukan bermaksud untuk membantah atau melawan pembicaraan orang tuanya, tetapi Moontink membuktikan kepada kedua orang tuanya kalau ia memang berbakat di dunia olahraga BMX.

eXtremeINA_Moonthink_profile (6)Dengan mengikuti kompetisi di kancah Internasional pada tahun 2000 di Jakarta, membuat Moontink menunjukan kepada Orang tuanya bahwa ia memang benar-benar berbakat di dalam dunia BMX. Dan Pada akhirnya Orang tua Moontink sadar akan bakatnya tersebut, sehingga pada saat itulah Moontink membuang pikiran negatif Orang tuanya tentang olahraga BMX yang ekstrem, menjadi olahraga yang  membanggakan. Dan inilah awal mulai karir Herman Sulaiman di dunia BMX.
Moontink pernah menciptakan Rekor Muri dengan Loncatan setinggi 3,75 cm, ini membuat Moontink mendapat berbagai sponsor dari berbagai brand. Pernah juga meraih pringkat ke 5 di kancah Asia. Dan yang tidak terlupakan Moonthink juga pernah mengikuti kompetisi Asia Big Air di Macau dan mendapat juara III. Tidak hanya seorang atlet propesional tapi ia adalah seorang pengamat BMX di Indonesia, dan ini membuat ia ditunjuk menjadi Juri di beberapa Kompetisi di Indonesia.

eXtremeINA_Moonthink_profile (4)
Sebagai pengamat BMX, Moontink berpendapat bahwa penggiat BMX di Indonesia perkembangannya sangat pesat. “Di Asia, Indonesia adalah Negara penghasil komunitas BMX terbesar, terutama di Jakarta” ujar Moontink
Bagi anda yang ingin bisa seperti Moonthink kuncinya adalah latihan, latihan pada pagi hari, untuk fisik, dan latihan di sore hari untuk skill. Hindari kalau bisa untuk tidak merokok, agar pernapasan mudah diatur, dan fisik menjadi kuat.
FB: Moontink Bilga
Twitter: @moontinkbilga
Text & Photo’s : Arief Munandar

http://extremeina.com

Didi Tria Sanjaya, Pemerhati BMX Bandung dan Pencipta Kate Bike

Didi Tria Sanjaya seorang pemain BMX senior yang telah mengetahui suka duka dalam olahraga BMX Indonesia. Sejak tahun 1999 ia sudah menggeluti dunia BMX, sebelum menggeluti dunia BMX ia berawal bermain sepeda MTB. Bermain sepeda MTB hingga sepedanya rusak, pada saat rusak Didi mengganti sepedanya dengan sepeda BMX, barulah ia menjiwai dunia BMX dan bertemu dengan komunitas Bandung BMX.
Kendala demi kendala sudah dilewati oleh Didi dalam menggeluti dunia BMX, salah satu kendala menurut Didi adalah area bermain BMX. Didi juga dikatakan sebagai pemerhati BMX khususnya di daerah Bandung. Melihat perkembangan BMX di kampung halamannya, menurutnya ia dengan memperhatikan hal tersebut ia bisa mengetahui perkembangan komunitas di Bandung, dari semangat anggota dalam latihan sampai sifat anggota yang membuat perkembangannya menurun. Oleh dengan itu guna dari pemerhati itu adalah sebagai wadah penyemangat para pemain BMX yang mulai kendor dalam latihannya.
eXtremeINA-Didi-BMX_profile (5)
BMX terdahulu berbeda dengan sekarang, menurut Didi berbeda karena kalau dahulu mencari sparepart untuk sepeda BMX sangat sulit didapatkan, bahkan sampai ke luar negeri untuk mendapatkan itu. Kalau sekarang sudah mudah untuk mendapatkan itu semua, tanpa harus keluar negeri kita sudah mendapatkannya.
Kesibukan Didi tidak sampai itu saja, ia membuka toko penjualan sparepart BMX. 2DBMX adalah toko Didi yang menjual sparepart lokal. Selain itu Didi juga sebagai pencipta dari Kate Bike yang sudah mendunia, perbedaan yang mendetail dari kate bike membuat suatu keunikan tersendiri. Menurutnya menduniannya Kate Bike itu berkat dari teman-teman yang mengeshare video ke you tube, dari situlah mulai  Kate Bike dikenal dimata dunia.
eXtremeINA-Didi-BMX_profile (1)
Selain bermain BMX Didi juga sering menjadi Master Cemony (MC) didalam event kompetisi BMX maupun MTB. Menurutnya menjadi MC di kompetisi BMX adalah salah satu kelebihan dan menjadi keuntungan dalam menggeluti hobinya. Saat menjadi MC Didi sering mencetuskan kata-kata penyemangat untuk rider yang sedang mengikuti kompetisi, dengan candaan, menurutnya bisa membuat rasa gerogi rider hilang.
Tips pemula untuk para pemula dari Didi adalah berlatih, pahami trik, dan jangan menyepelekan safety gear.
Text & Photo’s : Arief Munandar

http://extremeina.com

Tetap semangat dengan bmx mu

Solopos.com, SOLO — Penggemar sepeda BMX cukup banyak jumlahnya di Kota Solo. Namun, seiring gempuran sepeda gunung/MTB (mountain bike) maka belakangan hari ini pamor sepeda BMX menurun, dan hanya dikenal di kalangan anak-anak saja.
Nyatanya, kenyataan itu tidak menyurutkan langkah seorang pemuda bernama Giradt Setyawan untuk terus berkreasi dengan sepeda BMX. Bersama Agus sahabatnya, Giradt yang sudah menggemari BMX Flatland, sebuah olahraga rekreasi yang menggunakan sepeda BMX mulai mengenalkan olahraga itu di Kota Solo.
Pertengahan 2008, Giradt bersama Agus mulai sering berlatih bersama mengasah kemampuan mengendarai sepeda BMX dengan berbagai trik, seperti berputar dengan bertumpu pada satu roda, melaju dengan mengangkat roda depan sepeda BMX dan trik lainnya, di kompleks Stadion Manahan Solo.
Aksi keduanya pun membuat sejumlah remaja tertarik, perlahan mereka yang semula hanya menonton pun ikut bergabung. Mencoba beradu nyali, namun itu ternyata tak cukup, karena mereka harus sabar dan mampu melatih keseimbangan saat mengendarai sepeda BMX.
Namun keinginan bergabung membuat para remaja itu pun tak takut jika cidera, karena dengan kesabaran berlatih menguasai trik dan kemampuan menjaga kesimbangan, BMX Flatland menjadi sesuatu yang asyik.
“Cowok bisa main BMX Flatland itu tambah keren, selain nambah temen dan sehat,” tutur Ridho, pelajar salah satu SMK di Solo kepada Solopos.com.
Hal serupa juga disampaikan Ardi Junianto yang akrab disapa Arjun. Menurut mahasiswa UMS ini, sebagai pengemar sepeda BMX bergabung dengan komunitas tersebut bisa menambah teman, apalagi dirinya bukan orang Solo.
Kini, anggota komunitas Solo BMX Flatland terus bertambah, kendati belum puluhan karena baru 15 orang, tetap ada harapan ke depan BMX Flatland sebagai olahraga rekreasi lebih memasyarakat.
Menurut Giradt, bagi yang tertarik sebenarnya boleh saja gabung kendati belum memiliki sepeda. Datang saja ketika anak-anak Solo BMX Flatland berlatih rutin, setiap Sabtu sore di kompleks Stadion Manahan Solo sisi utara.
“Tidak ada biaya pendaftaran atau iuran wajib tiap bulan. Bagi yang minat gabung bisa datang pas latihan atau kontak saya di nomor 085725494455,” papar Giradt.

http://www.solopos.com/2014/03/17/komunitas-bmx-flatland-tak-punya-sepeda-tetap-bisa-gabung-496610

4.01.2015

kompetisi bmx galaxy 2015


Sejarah BMX di Indonesia

Dunia BMX memang identik dengan gaya hidup anakanak muda masa kini. Sebuah gaya hidup yang digauli oleh tiap anak muda pada masa jayanya. Sejarah telah memberi bukti. Saat ”virus” BMX mewabah, sejak itu pula generasi muda negeri ini ramai-ramai pindah ”aliran”. Ibarat gelombang, hobi ini punya masa pasang surut yang kentara sekali. Dunia BMX begitu cepat dikenal tapi amat mudah digeser tingkat popularitasnya. Menurut Muhammad Yusuf (26), salah seorang pehobi sepeda yang setia dengan BMX, akhir delapan puluhan dan awal sembilan puluhan boleh dikata masa suram bagi perkembangan BMX di Indonesia.
bmx-bali

Nama komunitas penggemar BMX sudah terlanjur dicap jelek oleh mata awam. Berbau kriminal, narkoba dan beragam tindakan negatif lainnya. Buntutnya, dunia BMX sepi dari arena lomba. Sponsor pun enggan mengucurkan dana. ”Wah, waktu itu saya sempat pusing juga. Pamor BMX turun drastis, tapi justru di situ awal saya suka dengan hobi ini. Jadi, saya main hanya berdua dengan abang ipar. Habis pemain lamanya, sudah bosan main BMX lalu pindah ke MTB (mountain bike),” papar Yusuf. Ia sendiri memutuskan tetap bertahan dengan hobi BMX karena kecintaannya pada atraksi dan tarian di atas sepeda itu. ”Kalau pakai MTB rasanya ribet gitu lho.
complete_bike_components
Dengan BMX ada troator tinggal dilompati saja. Gampang, kan.” Lagi pula anak muda yang saat ini membuka usaha penyediaan suku cadang dan aksesoris bagi BMX itu ingin hidup dari hobi BMX. Tak pelak, dibutuhkan rasa cinta yang dalam dan konsistensi dalam menekuni sebuah bidang. Dan Yusuf sadar betul akan hal itu. Jadilah dia pemain setia dalam dunia BMX ini. Teman- teman sepermainannya, terutama senior, telah ditelan rimba kota. ”BMX mulai terangkat lagi pada tahun 1995. Ini gara-garanya, beberapa pemain lamanya ternyata masih suka ngumpul di Senayan. Lama-lama kok makin banyak yang gabung. Dari situ timbul ide, kenapa BMX nggak dimunculin lagi,” ucap Yusuf dengan logat Betawi yang kental.

Komunitas Senayan ini pun tumbuh pesat, berkembang menjadi sentral dan ajang kumpul bagi seluruh komunitas BMX di Jakarta dan sekitarnya. Ada yang datang dari Kemayoran, Pulo Gebang, Pondok Kopi, Ciputat, bahkan ada dari Depok dan Cikarang. ”Malah ada perumpaan, kalau belum pernah datang ke Senayan, ibaratnya anak itu belum naik haji ke Mekkah seperti dalam (agama) Islam,” kelakar lelaki berkulit bersih itu yang disambut derai tawa pehobi BMX lainnya. Kata Yusuf, tak ada asosiasi atau wadah besar yang menampung seluruh pehobi BMX. Kini, komunitas yang ada tumbuh berdasarkan lokasi saja. Kecil- kecil tapi jumlahnya bisa sampai ratusan. ”Yang di Senayan itu hanya tempat nongkrong saja. Bukan sebuah wadah asosiasi.” Apa yang dikatakan Yusuf itu ada benarnya.
Komunitas BMX yang tumbuh berdasarkan lokasi main amat mudah dijumpai di seantero Jabotabek. Lihat saja Super Tetra, sebuah komunitas BMX yang didirikan oleh anak-anak muda di bilangan Kayu Tinggi, Pulo Gebang dan sekitarnya. Komunitas ini tumbuh dari seringnya frekuensi berjumpa dan bermain bersama di satu lokasi. Keterbatasan alat bantu untuk bermain membuat rasa solidaritas tumbuh subur. Tak jarang, mereka
harus membuat sendiri sebuah papan lompatan. Semuanya serba mandiri. Mencari kayu sisa proyek bangunan, merancang hingga membuat papan itu. Dari situ, kekompakan dan daya kreativitas terjalin dengan apik. Di luar negeri, perkembangan BMX sudah demikian maju. Riders bule itu tak bakal kesulitan mencari arena bermain untuk semua kelas. Sponsor pun jor-joran dalam mendukung sebuah tim. Semuanya serba disiapkan dengan serius. Contoh paling gampang, soal teknologi. Mereka sudah memproduksi sepeda BMX dengan bahan aluminium alloy dan titanium. Alhasil, sepeda makin kuat tahan banting tapi amat ringan untuk diajak menari di udara. Anak-anak muda kita hanya bisa melihatnya lewat majalah, internet dan tontonan di VCD. Dan bagi mereka itu sudah cukup.



sumber http://balisoulmate.com/news/sejarah-bmx-di-indonesia
 

10.25.2014

Welcome to Siak BMX Championship 2014

Bupati Siak Pimpin Rapat Persiapan Asean BMX Champions

Add caption
SIAK, riaueditor.com- Bupati Siak Drs H Syamsuar, M.Si memimpin Rapat Persiapan Asian BMX Championship yang akan diselenggarakan di Kabupaten Siak, 8-9 November 2014 mendatang.Hadir dalam rapat ini Ketua PB ISSI Pusat, Edmundo Simorangkir, Ketua KONI Siak Drs H Amzar, Utusan UCI dan ACC Asia, Asisten I H Fauzi Asini, M.Si, pejabat Siak beserta unsur pengurus lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Siak mengharapkan agar seluruh pengurus yang bergerak dan yang akan menggerakkan kegiatan Absen BMX Championahip agar benar-benar mempersiapkan dengan matang segala hal yang berhubungan dengan kegiatan ini. Terutama tempat pemondokan Atlit, lokasi pertandingan, keamanan, konsumsi dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini.

Selanjutnya Bupati berharap pada saat berjalannya kegiatan Asean BMX Championsip nanti dapat lancer tanpa kendala berarti, mulai dari pembukaan sampai pada penutupan.

Bupati mengingatkan kepada instansi terkait dalam pemasangan baliho kegiatan Asean BMX ini agar memasang sesuai dengan tempat yang telah ditentukan, "Jangan terlalu norak dan berlebihan sehingga menggangu keindahan dan pemandangan," sebut Syamsuar.

Bupati berharap tidak ada lagi kendala, dalam arti sudah tertata sebaik mungkin, sehingga proses pertandingan ini nantinya berjalan dengan baik sesuai apa yang diharapkan.(man)

sumber = http://siakbmxchampionships.com/

Pembalap Sepeda Iran dan Kazakhstan Marakkan 'Tour de Siak' 2014

Pembalap sepeda (ilustrasi)

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dijadwalkan membuka lomba balap sepeda "Tour de Siak" 2014 di Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu malam nanti.



"Sudah dipastikan Menteri Pemuda dan Olahraga akan hadir untuk pembukaan Tour de Siak," kata Bupati Siak, Syamsuar, kepada Antara di Siak, Rabu.

Panitia awalnya merencanakan pembukaan iven tahunan tersebut akan turut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu namun menteri berhalangan hadir dan diwakili salah seorang direktur jenderalnya.

Pemerintah Kabupaten Siak untuk kali kedua menggelar lomba balap sepeda "Tour de Siak" (TdS) menyusul kesuksesannya pada penyelenggaraan tahun 2013.

Lomba bertaraf internasional itu diikuti oleh puluhan pesepeda profesional dari 10 negara. Rangkaian TdS 2014 berlangsung pada tanggal 17-21 September.

Pemerintah daerah juga ikut melibatkan masyarakat untuk ikut berperan serta dengan menggelar acara sepeda santai pada Rabu pagi.

Sekretaris Panitia Tds 2014, Syamsurizal mengatakan sekitar 2.000 warga Siak hingga Kota Pekanbaru mengikuti acara tersebut. Sejumlah pesepeda profesional juga turut meramaikan acara sepeda santai tersebut.

"Kami menyediakan 52 hadiah yang akan diundi untuk peserta," katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Tengku Said Hamzah, mengatakan iven balap sepeda itu akan diikuti oleh 18 tim, terdiri atas 10 tim dari luar negeri dan delapan tim lainnya dari dalam negeri. Mereka memperebutkan hadiah yang total nilainya sebesar Rp750 juta.

Berapa tim dari luar negeri di antaranya CCN Cycling Team dari Brunai, Eddy Holland Team Persatuan Lumba Basikal Trengganu Malaysia, Malaysia National Team, National Team Bahrain, Tabriz Syahdari Ranking Team asal Iran, Thailand National Team, Team Gusto Taiwan, Kazahstan National Team, dan Brunai National Team.

Sedangkan tim nasional dan lokal berasal dari Pegasus Continental Team, Costum Cycling Club, KFC Jakarta, Miagra Racing Team, United Bike Kencana, Pengprov ISSI Kalimantan Barat, Tim BSP Siak, BRCC Bayuwangi.

Ia mengatakan penyelenggaraan TdS tahun ini cukup sukses dilihat dari jumlah peserta yang bertambah dibandingkan tahun 2013.
"Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang bertambah banyak. Pada tahun lalu hanya tujuh tim dari luar negeri, sedangkan untuk tahun ini diikuti 10 tim mancanegara," katanya.

Ia mengatakan pada November 2014, Kabupaten Siak juga dipercaya sebagai penyelenggara lomba BMX tingkat Asia.

"Tim dari dalam dan luar negeri sudah meninjau sarana sirkuit BMX dan menilai Siak sudah siap," katanya.

Hal ini menunjukan Kabupaten Siak mulai diperhitungkan sebagai tempat penyelenggaran lomba sepeda bertaraf internasional. Hal itu tak lepas dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Siak dalam pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta peran serta pihak swasta sebagai sponsor seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Chevron Pacific Indonesia, Bank Riau-Kepri, PT Indah Kiat, dan BOB Bumi Siak Pusako.

sumber = http://www.republika.co.id/