Time

IP

8.21.2013

Review Cube yang Beredar di Indonesia

| |

by: Wicaksono “chuck” adi

Halo semuanya,
Seiring dengan popularitas speedcubing di tanah air yang terus berkembang, semakin mudah pula kita untuk mendapatkan jenis cube yang beraneka ragam. Namun saya melihat masih kurangnya informasi yang membuka pengetahuan kita mengenai tipe-tipe cube yang beredar di pasaran sekarang ini.
Beberapa waktu lalu, ketika saya belum benar-benar memiliki sendiri beragam jenis cube tersebut, saya memaksa diri saya untuk memberikan review mengenai cube-cube itu di buku saya. Saya menggabungkan berbagai informasi review yang saya telaah secara mendalam dari Speedsolving Hardware Area dan video-video review di Youtube, dan hasilnya adalah sebagaimana yang bisa teman-teman baca di buku saya halaman 34-37.
Setelah memiliki hampir seluruh cube yang saya review tersebut (kecuali Tipe B, dan Joy Cube karena memang sudah tidak diproduksi lagi), beberapa pandangan saya berubah. Dan saya pun sangat meyakini bahwa setiap cuber akan memiliki pandangan dan preferensi yang berbeda untuk setiap jenis cube. Beberapa review cube di buku saya tersebut akan direvisi mulai cetakan ketiga, bersama dengan revisi untuk beberapa algoritma PLL.
Thread review ini dimaksudkan sebagai sumber informasi bagi kita tentang kualitas jenis-jenis cube yang beredar di pasaran. Silahkan teman-teman ikut memberikan pandangan mengenai cube yang telah teman-teman miliki dan gunakan selama beberapa waktu.
Untuk mengawali thread ini, saya mengambil Average of 5 untuk setiap jenis cube, dan berikut ini hasilnya.
1. VirKill Custom (VC) : 21,34 detik
2. Edison : 21,82 detik
3. Type F (II) : 22,60 detik
4. ZL : 22,64 detik
5. Type C (II) : 23,58 detik
6. Type A (II) : 24,07 detik
7. Type A (III) : 24,62 detik
8. Rubik’s DIY : 25,19 detik
9. Type E : 25,55 detik
10. C4U DIY : 25,62 detik
11. Rubik’s Storebought : 25,68 detik
MY REVIEW
1. VirKill Custom (VC) Cube, surprisingly is the BEST cube I have used so far. Dihadirkan dan dicustom secara khusus oleh VIRKILL, cuber hardcore yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya di dunia speedcubing Indonesia, VC memiliki putaran yang SANGAT SMOOTH. VC memiliki mekanisme CENTER PIECE yang sama seperti Edison dan ZL, menjadikannya memiliki sensasi gesekan khas, yang membuat cuber manapun ketagihan untuk menscramble dan mensolvingnya berulang-ulang kali. VC memiliki cutting corner sebaik ZL dan anti pop out layaknya Edison. Bobotnya sedang, dengan material yang berkualitas. Pada customized tension yang diberikan oleh VirKill, awalnya Anda akan mendapatinya terlalu loose. Tapi jangan langsung memutuskan untuk mengendorkan tensionnya, karena setelah Anda mainkan beberapa kali dan diberi lubrikasi, Anda akan mendapati cube dengan putaran yang perfectly smooth!
Cuber manapun akan dengan senang hati menjadikannya sebagai cube utamanya. But, keep in mind bahwa setiap cube memiliki umur, dan cube dengan mekanisme seperti VC, Edison, dan ZL akan semakin kehilangan taringnya seiring dengan penggunaan yang terus menerus. Maka saya menyarankan agar Anda menggunakannya secara bijaksana, atau membelinya dalam jumlah banyak (saya serius, Anda tidak akan rela jika harus kehilangan cube sebaik ini). VC hadir tanpa stiker dari suppliernya, sehingga Anda harus menyisihkan uang lagi jika Anda menginginkan stiker yang berkualitas untuk cube ini, atau VirKill akan secara cuma-cuma memberikan replacement sticker original dari Rubik’s, yang seperti kita tahu sangat mudah rusak.

2. Edison cube yang baru dibuka dari boxnya, memiliki putaran yang cukup berat dan kasar. Setelah disetting dan dilubrikasi, cube ini cukup nyaman untuk digunakan. Anda akan merasakan sensasi GESEKAN KHAS pada putaran cube ini, yang merupakan mekanisme khusus yang dimiliki oleh bagian dalam CENTER PIECE-nya. Hal ini membuat Edison memiliki PRESISI putaran yang sangat tinggi sehingga terasa mantap untuk mengeksekusi algoritma, meskipun fingertrick Anda biasa-biasa saja. Cutting cornernya MENAKJUBKAN dan SUPER CEPAT, serta tidak mudah pop. Cube ini memerlukan waktu untuk breaking in, dan akan menjadi cube yang lebih luar biasa lagi setelah itu. Bisa saya katakan, kekurangan Edison hanyalah harganya yang mahal dan warna stikernya yang suram. Dan kini Edison adalah cube utama saya untuk speedsolve.

3. Tipe F (II) memiliki bobot yang RINGAN dan putaran yang SANGAT HALUS, termasuk putaran slice-nya. Cutting cornernya baik dan anti pop. Dibandingkan Tipe F Replica (biasanya berbox oranye), Tipe F yang asli (box biru untuk F (I) dan box hitam untuk F (II), berhologram) ini memiliki presisi putaran yang lebih tinggi dan bahan yang lebih tebal, walaupun tetap terasa seperti plastik murahan. Bentuk pillowednya menjadikan grip terasa lebih nyaman. Namun karena saya sudah terbiasa dengan Storebought dan Edison, bagi saya bobot cube ini TERLALU RINGAN untuk speedsolve, sehingga saya hanya menggunakannya untuk BLD dan OH. Saya belum mencoba Tipe F (I) yang berbox biru, namun mengingat harganya yang lebih murah, saya berasumsi kualitasnya tidak lebih baik dari Tipe F (II) ini.
Tipe F (II) dan Tipe F Replica
4. ZL Cube memiliki SEMUA KELEBIHAN Edison, dengan pengecualian ZL lebih mudah pop out dan bobotnya sedikit lebih ringan. Dan yang menarik adalah, jika Edison semakin digunakan semakin enak, ZL justru berada pada kondisi terbaiknya saat pertama dibuka dari box dan dilubrikasi, setelah itu gesekan khas ZL akan semakin menghilang seiring penggunaannya, menjadikannya akan terasa tak ubahnya seperti Tipe D biasa. Itulah sebabnya saya selalu menyimpan ZL cube saya dan hanya menggunakannya dalam kompetisi penting atau official, karena saya ingin menjaga kondisi primanya selama mungkin. Meskipun harga jual ZL di toko hanya sekitar Rp. 30.000, cube ini sangat langka di pasaran (bahkan ada distributor yang mengatakan sudah tidak diproduksi lagi), sehingga saya rela membelinya dengan harga seperti Edison sekalipun!

5. Tipe C (II) bisa dikatakan memiliki bobot cube dan kadar putaran yang PAS, stabil, tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat. Rasanya seperti titik tengah antara Rubik’s Storebought dan Rubik’s DIY. Putarannya terasa crispy dan tidak hollow seperti kebanyakan Tipe D. Cutting cornernya sangat baik dan kualitas bahannya bagus. Dengan segala kestabilan dan kenyamanan menggunakannya, Tipe C adalah cube sekunder saya untuk speedsolve dan BLD.

6. Tipe A (II) menghasilkan gesekan yang besar antar piece dalam setiap putarannya, menjadikannya sangat BERISIK dan mudah LOCK UP. Cube ini memiliki jalur-jalur di bagian dalam piecenya yang dirancang untuk meminimalisir pop, dan GAGAL TOTAL karena cube ini justru mudah pop! =_= Cube ini memiliki bobot dan putaran yang ringan, sedikit lebih berat dari Tipe F. Sehingga cube ini cocok bagi mereka yang menyukai cube ringan namun yang lebih berat dari Tipe F.
7. Tipe A (III) memiliki cukup banyak perbedaan dengan A (II), dalam segi yang positif. Tipe A ini lebih tidak berisik, anti pop, dan memiliki putaran yang sangat ringan, hampir sama ringannya dengan Tipe F. Satu-satunya keganjilan yang saya rasakan adalah edge dan center piece-nya yang memiliki dimensi lebih lebar daripada cornernya. Hal ini menjadikan grip saya agak canggung, namun perasaan tersebut berangsur-angsur hilang. Secara keseluruhan, cube ini adalah cube yang bagus, jauh lebih baik dari Tipe A (II). Di samping itu, ada satu jenis tipe A lagi yang beredar di pasaran yaitu Tipe A (V) dan belum pernah saya coba. Menurut Chilwin, kualitas A (V) lebih mirip dengan Tipe A (II) daripada Tipe A (III). Menurut Lynx, putarannya halus dan berisik khas tipe A, dengan harga yang cukup mahal untuk DIY lain di kelasnya.
Tipe A (II) dan Tipe A (III)
8. Rubik’s DIY, apa yang saya bisa saya katakan? Di samping semua kelebihannya yang masyhur, Rubik’s DIY saya nilai sebagai cube yang paling mudah LOCK UP di antara seluruh cube yang saya gunakan. Bahkan Rubik’s Storebought saya masih lebih jarang mengalami lock up. Namun dengan putarannya yang RINGAN dan CEPAT, Rubik’s DIY akan sangat optimal jika digunakan oleh cuber yang memiliki FINGERTRICK yang baik.
9. Tipe E atau yang lebih dikenal dengan Diansheng, memiliki kualitas RATA-RATA. Putarannya cukup ringan, cutting cornernya tidak terlalu buruk, dan memiliki presisi putaran yang baik. Walau center capsnya sangat mudah lepas seperti Rubik’s DIY, cube ini ANTI POP layaknya Tipe F.

10. C4U DIY menurut saya memiliki banyak kesamaan dengan Rubik’s DIY. Karakteristik putarannya yang RINGAN dan CEPAT, cutting corner yang baik dan anti pop. Di tangan saya, C4U cukup sering mengalami lock up. Namun saya pernah melihat cuber-cuber cepat sub 15 macam Ando dan Jihan sangat cepat dengan C4U, sehingga saya meyakini bahwa C4U akan sangat optimal jika digunakan oleh cuber yang memiliki FINGERTRICK yang baik. Di samping itu C4U memiliki gerakan slice yang sangat ringan, menjadikannya sebagai cube utama saya untuk BLD karena saya menggunakan metode M2 yang banyak menggunakan M slice.

11. Rubik’s Original/Storebought ini telah saya gunakan terus menerus selama 9 bulan dengan penggunaan Jig-A-Loo, membuatnya cukup nyaman digunakan untuk speed dan tidak pernah pop. Namun karena putarannya yang kadang masih tersendat, Rubik’s Storebought memiliki presisi yang buruk dan sering mengalami lock up. Bobotnya yang berat dan tension yang tidak merata pada setiap sisi menambah nilai minus untuknya. Tapi saya akan tetap mencintai cube bersejarah ini =D
Kurang lebih seperti itu review subjektif dari saya. Saya sengaja tidak mereview Tipe D, karena kualitas dan replika Tipe D yang beredar di Indonesia sekarang sudah sangat beragam, sehingga saya yakin review mengenai Tipe D tidak akan relevan untuk dijadikan bahan pertimbangan.
Tetaplah up to date dengan thread ini, jika saya memiliki cube 3×3x3 baru yang belum ada di thread ini saya akan menambahkannya ke dalam review.
Demi alasan kepatutan, mohon untuk tidak membicarakan harga dalam thread review ini. Silahkan langsung menghubungi seller-seller yang menjual cube yang bersangkutan untuk mengetahui harganya.
Terima kasih telah menyimak =)
DISCLAIMER
Demi menjaga independensi, semua cube yang saya review ini didapat dengan cara membeli dari penjualnya langsung dan bukan pinjaman. Average of 5 yang saya cantumkan di atas hanyalah untuk menguatkan potensi nyata yang bisa diberikan oleh masing-masing cube, dan merupakan average of 5 terbaik yang bisa saya peroleh dengan cube yang bersangkutan.

Sedikit Tentang Rubik`s




Kubus Rubik adalah sebuah teka-teki mekanik ditemukan pada 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria Ernő Rubik. Kubus ini terbuat dari plastik terdiri dari 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.
Kubus ini dibuat kembali pada 1980 dan dipasarkan di dunia Barat pada Mei. Dan dikatakan merupakan mainan paling banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik dan imitasinya terjual.
Rekor tercepat dalam menyelesaikan Kubus Rubik (Rekor Indonesia) berhasil dicetak pada acara HUT MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) pada tanggal 31 Januari 2007 di Hotel Grand Candi, Semarang. Catatan waktu yang dibukukan adalah 19,33 detik atas nama Abel Brata Susilo. dan saat ini, abel mengklaim dirinya sudah dapat menyelesaikan 3 x 3 x 3 cube dengan waktu (kurrang lebih) 7 detik.


Speedcubing

Definisi speedcubing adalah menyelesaikan Kubus Rubik dalam waktu secepat mungkin (dihitung waktunya). Di Indonesia sendiri speedcubing sudah banyak peminat dan banyak tebentuk cuber-cuber yang tersebar di seluruh indonesia. dahulu speedcubing di indonesia belum terlalu banyak peminat, Meskipun begitu, ada sekelompok anak-anak muda Jakarta yang memiliki hobi speedcubing, akhirnya sepakat membentukJRCC (Jakarta Rubik's Cube Club). Visi mereka adalah memopulerkan speedcubing agar sejajar dengan olahraga yang lain seperti catur, billiard, renang, dan sebagainya. Melalui misi mengadakan kompetisi-kompetisi dan kegiatan-kegiatan speedcubing baik yang bertaraf lokal maupun internasional. Sekretariat dan Pusat Pelatihan JRCC beralamat di LTC (Lindeteves Trade Center) Glodok, Lantai UG.

Pengenalan flatlanding


Flatland, dapat diartikan sebagai dataran yang rata, namun bukan itu yang dimaksud. flatlanding dalam dunia sepada bmx dapat diartikan yaitu memainkan trik-trik bmx dalam dataran lapangan yang cukup.
lapangan yang dimaksud bukan hanya datar, namun luas dan bersih dari pasir serta sampah agar laju sepada bisa lancar.
namun melakukan flatlanding tidak juga harus dalam lapangan yang luas, banyak senior-senior yang sudah melakukan trik-trik di tempat yang sempit dan bermedan extreme.

saat yang modern ini, mungkin orang-orang sudah meninggalkan yang namanya kendaraan sepeda. dijaman modern ini kendaraan sudah semakin canggih, banyak mobil-mobil yang mewah, namun tidaklah dipikirkan bahayanya gas emisi buang dari asap knalpot kendaraan bensin tersebut. yang berakibat lapisan ozon semakin hari semakin menipis, sudah banyak para ilmuan meneliti dan mencari jalan keluar agar penipisan ozon berkurang, kalau bisa berhenti sama sekali. namun apa daya, lapisan ozon sudah sangat tipis, bahkan sudah bolong pada titik tertentu.
walaupun mungkin hanya sedikit, tapi setidaknya kita telah berusaha menyelamatkan bumi dari sinar matahari yang berlebih. setidaknya dengan memakai sepeda kita telah mengurangi polusi yang diakibatkan oleh kendaraan, dan dengan memakai sepeda pula badan kita menjadi sehat dan segar. janganlah malu-malu untuk menggunakan sepeda, karena kita adalah penyelamat bumi...

dan untuk para bmxers dan flatlanders indonesia,,, maju terus , tingkatkan skill kalian, tunjukan kalau indonesia bisa menyaingi flatlanders luar negeri

Next Level


Manual

yap, trik ini merupakan kelanjutan dari steam roll. karena berposisikan kaki pada pegs depan dan tangan memegang seat serta bar.
dalam gambar, posisi kaki pada pegs menyilang, dalam artian tangan kanan pada bar dan kaki kiri pada pegs bagian kanan. dalam posisi biasa (bisa dibayangkan), tangan kiri(biasanya untuk pemula) memegang bar, dan tangan kanan memegang seat, serta kaki kiri pada pegs bagian kiri. biasanya jika dalam posisi ini, manual di peruntungkan untuk menempuh jarak, dalam artian dalam posisi ini manual berlajur lurus, namun tidak menutup kemungkinan terjadi spin jika bisa mengontrolnya. sedangkan jika tangan kanan yang memegang bar dan tangan kiri memegang seat. serta kaki kiri pada pegs kiri. posisi ini dominan dipakai jika akan melakukan spin out yang relatif cepat. dan dapat dikombinasikan degan trik gesek yang lain, seperti spin roll dll.

nah. untuk melakukanya, dapat dengan cara menyambungnya dari steam roll atau mempelajari trik ini tanpa melalui steam roll. jika sudah menguasai steam roll, tidak salah jika melakukanya dari situ. langkahnya:
1. jika berawal dari steam roll. segarakan tangan kanan menangkap seat, dan usahakan jaga keseimbangan. tidak ada gerakan yang rumit, namun relatif kaki kanan yang mengayun itu agak kaku, sehingga keseimbangan sulit didapat. intinya, ayunan kaki kanan diusahakan tidak kaku agar bisa menyeimbangkan sepeda dengan baik.
2. jika tidak berawal dari steam roll, maka posisikan kaki kiri pada pegs (jalu) kiri depan, dan tangan kiri pada bar (stang) serta tangan kanan pada seat (jok), setelah itu angkat roda bagian belakang (posisi badan kita menghadap ke belakang sepeda) dan dorong sepeda dengan kaki kanan, setelah itu seimbangkan, sama seperti langkah ke 1.
ulangi dan ulangi terus trik ini agar dapat menguasainya, dan yang perlu diingat yaitu usahakan kaki yang mengayun tidak kaku. dan latihan yang sering dapat menghilangkan kekakuan itu.

Dasar - dasar Trick BMX Flatland

Dalam mempelajari trik - trik flatland, kita harus tahu dsar dari segala trik - trik tersebut.
yang dimaksud dasar yaitu suatu trik yang menjadi pedoman dalam trik - trik yang lain, karena dalam flatland, semua trik dapat dikombinasikan agan mendapat point yang besar pada saat lomba.
pertama, yang harus dipelajari dalam memainkan trik - trik flatland yaitu harus menguasai dasar dari segala trik itu sendiri. banyak macam trik - trik yang flatland, seperti :
hang - five
 












back packer






spin roll












hitch hiker







thail whip
funky chicken
megaspin
steam roll
backyard
frontyard


trik dasar yang pertama yaituRoll

cara melakukan trik ini terbilang simpel, namun perlu latihan yang serius bagi pemula, karena trik ini membutuhkan keseimbangan dan kecepatan agar dapat melakukannya, tujuan dari trik ini agar badan kita berada di bagian depan sepeda dan menghadap belakang. 


cara melakukanya :
 
1. posisi awal berdiri di atas pegs (jalu) sepeda dengan posisi kaki kiri di pegs depan, dan kaki kanan di pegs bagian belakang.

2. lalu setelah mendapat keseimbangan dan kecepatan yang cukup, putar setang dan serentak badan mengikuti putaran setang tersebut sehingga badan berada di depan sepeda.

yang perlu diperhatikan adalah, memutar badan dan setang, lakukan ini dengan pasti dan jangan ragu - ragu, karena akan dapat menggagalkan trik ini, dan usahakan
memutar dengan cukup kencang agar didapat putaran 180 derajat

Lakukanlah trik ini terus menerus agar dapat menguasainya dengan lancar dan benar, karena trik ini adalah dasar dari trik - trik lainnya


Steam roll

Hampir sama dengan roll. yaitu bertujuan untuk memutar, namun untuk steam roll, yang diputar ialah sepedanya, dan trik ini merupakan trik kombo dengan manual, jadi jika ingin melakukan trik ini secara "perfect" maka harus menguasai manual juga. 

cara melakukanya :
 
1. sama seperti roll, kaki kiri di pegs depan dan kaki kanan di pegs belakang
 
2. agak tekan kaki kiri terhadap pegs depan, dan badan agak condong ke depan
 
3. dengan satu hentakan kaki kanan, usahakan sentakan itu memutar sepeda 180 
 derajat kedepan , dan serentak tangan kanan menyambut jok sepeda dan mengayunnya agar terjadi keseimbangan.dan setelah itu, lanjutkanlah dengan manual, karena trik ini merupakan satu kesatuan dengan manual.

Oleh : Aha diansyah

8.20.2013

Indonesia BMX SX & MTB 4X 2013 Series

Ada 6 seri lomba BMX Supercross (SX) yang masuk dalam jadwal Kejuaraan Nasional 2013. Kelas yang dilombakan masih seperti tahun sebelumnya, yakni terdiri atas Men Elite, Women Open, Men Under 23, Junior, Youth A, Youth B, serta PeeWee. Khusus kelas PeeWee hanya dilombakan pada tiga seri dan kini terbagi dalam 3 kelompok usia.
Selain digelar kejuaraan nasional BMX SX, pada jadwal yang sama turut diadakan pula kejuaraan MTB 4X untuk kelas Men Senior, Men Junior, Men Master A, Master B, dan Master C.
Jadwal Kejurnas BMX Supercross Series 2013:
  1.  Seri I Surabaya: 16-17 Februari 2013
      Lokasi: Adrenaline Park, Surabaya, Jawa Timur
  2.   Seri II Sumedang: 20-21 April 2013
      Lokasi: Sirkuit Batukorsi Margalaksana, Sumedang Jawa barat
  3.  Seri III Jepara: 22-23 Juni 2013
      Lokasi: Sukodono, Jepara, Jawa Tengah
  4. Seri IV Salatiga: 24-25 Agustus 2013
      Lokasi: Salmount, Salatiga, Jawa Tengah
  5.  Seri V Temanggung: 19-20 Oktober 2013
      Lokasi: Sirkuit Parakan, Temanggung, Jawa Tengah
  6.  Seri VI Grand Final: 9-10 November 2013
      Lokasi: Adrenaline Park, Surabaya, Jawa Timur